Kecemburuan Haruka yang mendalam terhadap pendatang baru berbakat, Nanno, membuatnya membuat permohonan putus asa di dinding kamar mandi. Saat permohonannya mulai menjadi kenyataan dengan cara yang aneh, hidupnya perlahan-lahan diliputi oleh kutukan yang ia ciptakan sendiri. Di tengah semua itu, Nanno menyaksikan dengan senyum misterius saat realitas Haruka mulai hancur.




