Di sebuah komunitas kelas pekerja yang tenteram, Anka yang berusia 13 tahun tumbuh dewasa sembari menjalani masa remaja—penuh dengan angan-angan, cinta pertama, dan obrolan seru bersama teman-teman perempuannya. Namun, ketenangan itu terusik oleh aib dan kehinaan akibat alkoholisme yang meninggalkan noda tak terhapuskan pada komunitas tersebut; sebuah komunitas yang harus bergulat menghadapi kekerasan dan depresi, di tengah sistem (termasuk para guru) yang justru berusaha menghindari topik tersebut. Kisah ini ditujukan bagi para orang tua, untuk memberikan wawasan moral mengenai situasi yang dihadapi seorang gadis muda saat harus menanggung beban aib akibat ayah pecandu alkohol dan ibu yang kondisi kejiwaannya tidak stabil.










