Berlatar di sebuah desa terpencil di Xinjiang, Tiongkok, seorang anak laki-laki Kazakh bernama Arsin—yang menemukan ketenangan dalam kebersamaan dengan tanaman—bertemu dengan Meiyu, seorang gadis Han yang berjiwa bebas; sifat Meiyu yang tak terduga mengingatkan Arsin pada tanaman langka yang seolah berasal dari dunia lain. Seiring berkembangnya persahabatan mereka, hubungan itu menjelma menjadi sebuah alegori lembut nan bak mimpi yang mengaburkan batas antara kenyataan dan dunia botani yang memikat.










